• Juli 9, 2024

Alasan Mengapa Anda Sulit Menurunkan Berat Badan

Berat badan adalah parameter penting dalam mengukur kesehatan seseorang. Ini adalah jumlah total berat tubuh seseorang, yang terdiri dari berat tulang, otot, lemak, dan cairan tubuh lainnya.

Menjaga berat badan yang sehat penting untuk mencegah bermacam-macam permasalahan kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan permasalahan kesehatan lainnya. Menjaga berat badan juga akan membikin hidu Anda menjadi lebih lancar dan leluasa, dikarenakan Anda akan lebih kuat untuk mengerjakan kegiatan apapun.

Apabila Anda pernah mencoba untuk menurunkan berat appletonhomeinspector.com badan, Anda pasti tahu bahwa ini akan menjadi salah satu perjuangan dalam kehidupan. Untuk menerima berat badan yang tepat tentunya Anda harus melihat asupan kalori Anda, menahan keinginan untuk ngemil yang dapat mengendalikan berat badan Anda, sekalian rutin olahraga dan meningkatkan gerakan tubuh harian Anda.

Melainkan, padahal Anda merasa telah mengerjakan segalanya dengan benar, sesekali angka timbangan tidak kunjung turun.

Meski Anda tergoda untuk menyerah dikala Anda tidak melihat kemajuan yang signifikan, Anda mungkin ingin mengatasi unsur-unsur lain terutama dulu, karena Anda mungkin tidak menyadari banyak alasan awam kenapa orang tidak dapat menurunkan berat badan.

Apabila Anda penasaran perihal apa yang menghalangi Anda untuk menempuh berat badan yang tepat, baca terus untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh ahli gizi dan dokter perihal 10 alasan dan unsur awam kenapa orang kesusahan menurunkan berat badan, mengabarkannya dari Bestlifeonline.com, Rabu (03/04/2024)

  1. Unsur Usia

Ini mungkin tidak terlalu mengejutkan atau dapat dibilang wajar, karena memang seiring bertambahnya umur, kian susah untuk menurunkan berat badan.

Kian tua umur Anda, kian sedikit massa otot yang Anda miliki pada tubuh Anda, kata Karla Robinson, MD, ahli medis dari perusahaan GoodRx.

Ia juga membeberkan bahwa massa otot yang lebih rendah dapat menyebabkan metabolisme Anda melambat dan hal tersebut dapat menaruh lemak dalam tubuh secara signifikan.

Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan memasukkan lebih banyak latihan tenaga untuk membangun dan mempertahankan otot anjuran Robinson.

  1. Siklus berat badan

Apabila Anda sering kehilangan dan bertambahnya berat badan selama bertahun-tahun, progres ini yang awam diketahui sebagai siklus berat badan.

Emily Van Eck, MS, ahli diet terlisensi, kepada Best Life.

Kian sering seseorang kehilangan dan menambah berat badan dalam jumlah yang signifikan, kian besar risikonya untuk mengalami permasalahan kardiometabolik seperti resistensi insulin, peningkatan kolesterol, dan hilangnya massa tubuh, ucap Emily Van Eck, MS, ahli diet terlisensi, kepada Best Life.

Karen Louise Scheuner, MA, RDN, ahli gizi dan pelatih pola makan, juga menyoroti diet yo-yo (adalah penurunan dan penambahan berat badan secara berulang-ulang)

Ia ini akan menurunkan metabolisme pada tiap diet berikutnya, dan tubuh menjadi lebih efisien dalam menaruh lemak untuk penyimpanan tenaga, karena diet adalah ancaman bagi cara tubuh yang akan melawan kelaparan/kelaparan, kata Scheuner.

Ia juga menambahkan bahwa hal ini membikin upaya penurunan berat badan menjadi benar-benar menantang, malahan mustahil bagi beberapa orang, terutama bagi pelaku diet kronis.

  1. Ada unsur penyakit yang mendasarinya

Unsur penurunan berat badan lainnya yang berada di luar kendali diri Anda adalah penyakit yang Anda idapkan, hal ini dapat memberikan efek lebih besar pada berat badan Anda.

Situasi orang memiliki penyakit yang mendasari, seperti hipotiroidisme dan sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang membikin mereka lebih susah menurunkan berat badan, kata Robinson.

Melainkan kesehatan seperti ini dapat memengaruhi tingkat metabolisme dan kadar hormon, yang dapat menyulitkan dalam hal pengelolaan berat badan Anda.

  1. Diet Fad

Diet Fad adalah diet yang mengharuskan Anda mengurangi atau menghilangkan satu bagian makanan harian, dan diet ini telah menjadi isu terhangat beberapa waktu ini.

Melainkan, diet yang sedang popularitas ini sebetulnya dapat menimbulkan permasalahan yang lebih besar, terutama seandainya diet tersebut memaksa Anda untuk mengendalikan atau selektif dalam memilih makanan.

Diet yang sedang popularitas tidak akan berhasil karena sering kali mengendalikan hal penting dikonsumsi untuk tubuh, mereka dapat menunjang Anda untuk tidak mengkonsumsi seluruh klasifikasi makanan, seperti karbohidrat, ujar Nichole Dandrea-Russert, MS, RDN, penulis buku The Fiber Effect dan ahli gizi di perusahaan Purely Planted.

Ia juga menambahkan bahwa alih-alih menghilangkan karbohidrat sama sekali, penting bagi konsumen untuk memahami bahwa variasi karbohidrat itu penting.

Dan intinya: Jangan tinggalkan karbohidrat!, konsumsilah makanan utuh sumber karbohidrat yang memberikan banyak gizi untuk menunjang manajemen berat badan, seperti biji-bijian, buah, dan kacang-kacangan.

  1. Kurang tidur

Tidur adalah salah satu bagian krusial dari bermacam-macam aspek kesehatan kita, terutama dalam hal penurunan berat badan.

“Meski dan kuantitas tidur yang konsisten dapat berdampak pada penurunan berat badan, kata Robinson.

Meski susah, menerima setidaknya tujuh sampai sembilan jam tidur yang bermutu tiap malam dapat berdampak positif pada metabolisme tubuh Anda dan membantu mengendalikan hormon yang memberi tahu tubuh bahwa Anda lapar sepanjang hari.

Ia itu, Anda mungkin juga akan mengkonsumsi lebih banyak kalori dikala Anda tidak cukup tidur.

Dandrea-Russert menonjolkan hasil dari penelitiannya bahwa kurang tidur juga dapat meningkatkan asupan kalori sebanyak 250 kalori per hari, karena kurang tidur meningkatkan keinginan untuk makan dan dapat menyebabkan Anda memilih makanan yang tidak sehat.

Stres adalah hal lain yang membikin penurunan berat badan menjadi lebih susah bagi beberapa orang.

Stres dapat meningkatkan kadar kortisol, ucap Dandrea-Russert.

Ia membeberkan bahwa kortisol yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, yang dapat merugikan peran metabolisme dan Anda terbangun dala, kondisi lapar, hal ini akan menyebabkan Anda mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Melisa Pfeister, ahli gizi bersertifikat dari Stanford Medicine dan pendiri Stripped With Melissa, juga menonjolkan bahwa beberapa orang ada yang disebut “pemakan stres” yang berarti mereka mengaplikasikan makanan untuk meredakan stres dalam hidup mereka.